Senin, 22 Juni 2015

Adakah yang bercita-cita menjadi "orang tua" yang sukses?

You may say this is tribute to child abuse, violence, and abortions


Ini bukan cuma sekedar ikut arus pemberitaan yang ramai di media.
Percaya atau tidak, sebenarnya aku sudah lama "empet" dengan hal ini.

Siapa yang tidak mau sukses? Tapi kebanyakan orang berambisi untuk sukses seperti menjadi manager, menjadi pengusaha, menduduki kursi parlemen, dan sejenisnya. Kita sebut saja itu sukses material dan prestise. Apapun dilakukan, menguras seluruh tenaga, pikiran, tekad dan dedikasi hanya untuk memperoleh itu.Tapi sudahkah mencurahkan itu semua untuk mencita-citakan menjadi orang tua yang sukses? Minimal cukup tahu, bagaimana dan apa saja yang diperlukan, untuk menjadi orang tua yang akhirnya bisa dikatakan sukses.

Lembaga hukum, peraturan-peraturan, prosedur, dan segala sumber daya dikerahkan untuk melindungi atau menjamin nyawa. Tapi mengapa bukan setiap manusia itu sendiri, yang dekat, yang saling melindungi dan menjaga? Malah menciptakan atmosfer bahwa keberadaan manusia saling mengancam, atau merebut sesuatu.

Apalah hakikat manusia, jika hidup tapi tak menghidupi. Ingin hidup layak, tapi tak bisa memberikan kelayakan. Sebagian orang hanya tahu bagaimana menjalani hidup, tapi tidak dengan maknanya. Apa yang terjadi? Mereka seperti berjalan tanpa melihat. Bertumpu pada kaki, tidak pada pikiran dan hati. Mereka adalah budak, dari motif dan dorongan instink, dan sekedar hidup untuk memenuhi itu.

Adakah yang bercita-cita mengenalkan anak pada empati?
Adakah yang bercita-cita menjadi pendengar untuk anaknya?
Adakah yang bercita-cita menjadi sahabat sekaligus coach untuk anaknya?
Agar tak ada anak yang dendam dari pengabaian
Apakah kau berpikir, sebuah kelahiran tidak menunjukmu, untuk datang darimu, hanya terjadi begitu saja sebagai sebuah kebetulan?

Realita memang keras. Kau sebut kemiskinan yang membuat berperilaku seperti itu? Pemulung saja bisa menyekolahkan anaknya, lalu dimana letak perbedaannya? Nilai kemanusiaannya, tekad dan dedikasinya, sebagai orang tua.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar