Selasa, 16 Juni 2015

Is Love Possible for a Guy Without Memory?

Ceritanya habis surfing di youtube, nggak sengaja nemu video ini
Iseng-iseng nonton, ternyata aku jadi nangis............. 



Aku kira semacam film pendek, ternyata video klip lagu thailand
Dari judulnya "Is Love Possible for a Guy Without Memory?" aku udah nebak duluan bahwa aktor pemerannya sedang memiliki penyakit yang membuat memori di otaknya bermasalah
Ternyata dia pengidap Alzheimer...

Ceritanya, di suatu malam, entah darimana asalnya ada cewek bergaun pengantin asal nyelonong masuk ke tempat kediaman yang sederhana dan apa adanya dari si laki ini. Diketahui dari video ini, si laki bekerja sebagai tukang reparasi jam. Cewek itu bersembunyi, ketakutan dan menangis. Nampaknya si lelaki paham bahwa si cewek sedang berusaha kabur dari beberapa orang.

Si lelaki berkata "kau tidak bisa tinggal di tempat ini."
Namun ternyata cewek ini sudah tidak punya arah dan tujuan, sehingga ia memaksa untuk tinggal di tempat itu hingga memberikan jam kalung agar ia diperbolehkan tinggal. Awalnya si lelaki bersikeras menolak. Akhirnya lelaki itu merasa kasihan dan membiarkan wanita itu tinggal untuk beberapa hari saja dan membantu pekerjaannya.

Hari-hari selanjutnya, tampak bagaimana lelaki itu menjalani hidupnya sebagai penderita Alzheimer. Orang dengan Alzheimer sering mengalami disorientasi tempat, waktu, serta orang. Mereka bisa merasa asing di lingkungan yang sebenarnya familiar bagi mereka, mereka tidak ingat siapa orang yang pernah mereka kenal (termasuk anggota keluarga sendiri atau teman), ya pokoknya parah lah kondisi ingatannya. Bisa dibilang menunjukkan gejala demensia (serangkaian gejala seperti kehilangan memori, kesulitan berpikir dan pemecahan masalah bahkan bahasa). Kebanyakan orang mengira ini yang terjadi pada nenek kakek usia 75 keatas (pikun), padahal Alzheimer bisa terjadi pada usia 40-50 tahun. Karena itulah lelaki dalam video ini membuat catatan tentang segala peristiwa mengenai wanita itu di dinding kamarnya. Nggak kebayang kan kalau pas bangun tidur tau-tau bingung ada cewek ngepel-ngepel di tempat tinggalnya?

Setelah hari demi hari bersama, pada suatu saat lelaki itu mengatakan "Aku tidak tahu mengapa aku bisa mengingatnya hari ini.. Apakah kita semakin dekat... atau aku sedang jatuh cinta?"
Hari-hari pun dilewati dan membuat memori baru setiap harinya... kegiatan... kebaikan... dengan komunikasi yang semakin terjalin...

Sampai pada suatu momen, mereka tanpa sengaja melihat beberapa orang yang pernah mencari-cari wanita itu. Mereka lari, bersembunyi... lelaki itu sangat melindungi wanita yang telah datang di kehidupannya itu... mungkin menjadi takut kehilangan

Keesokan harinya, ketika si wanita datang dengan manis membawakan makanan dan lelaki itu sedang membaca berita di koran, nampak foto pasangan bergaun pengantin. Foto itu adalah wanita yang selama ini tinggal bersamanya. Dan pasangan pengantinnya adalah orang yang mencari-cari persembunyian wanita itu selama ini. Lelaki ini sedih, kecewa, karena mengetahui wanita itu sudah memiliki kekasih. 

Selanjutnya silahkan tonton videonya kalau mau tau endingnya :D Kira-kira apa yang akan dilakukan lelaki itu?

Yang pasti endingnya sangat memancing pertanyaan... apakah sebenarnya perasaan cinta tersimpan dalam memori otak? ataukah perasaan itu bersifat abstrak yang katanya terletak di "hati"? Padahal "hati" yang diketahui eksistensinya adalah yang sampai saat ini berfungsi sebagai sistem ekskresi. 

Yang benar, perasaan atau emosi juga terletak di otak. Tepatnya terdapat di bagian bernama amygdala sebagai pusat ingatan yang diliputi emosi atau perasaan seperti senang, sedih, marah, termasuk cinta. Manusia menerima stimulus kemudian diproses di dalam otak (korteks) sehingga menunjukkan respon sedih, murung ataupun yang lainya. Ada yang bilang juga sih, katanya orang yang lebih cerdas mengelola emosi itu dominan otak kanan.

Ternyata otak tidak hanya berfungsi kognitif saja. Walaupun ketika kita merasa sedih, resah, gundah gulana, atau sakit hati, tidak pernah kepala berdenyut atau kepalanya yang sakit ya? Hehe... Iya, efeknya menyebabkan perubahan fisiologis pada seluruh tubuh. Akibatnya dada jadi sesak, keluar air mata, hidung buntu... Yang pasti seluruh badan jadi nggak enak. Sama halnya kalau kita senang atau bahagia, efeknya juga terasa ke seluruh tubuh. Meningkatkan denyut jantung, bersemangat, karena melepaskan senyawa kimiawi yang meredakan stress.

Nah, lalu bagaimana dengan kasus penderita Alzheimer ini? padahal dia pikun parah, dan mengingat orang aja susah. Selama sakit berlangsung, zat kimia dan struktur otak berubah sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak dan menggambarkan serangkaian gejala yang mencakup kehilangan memori, perubahan suasana hati, masalah dengan komunikasi dan penalaran. Gimana hayo gimana? *brainstrom*

Kalau menurut analisa saya, karena otak manusia itu bersifat plastis jadi bisa dibentuk walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama dan kekonsistenan. Jika penderita Alzheimer ini rutin melakukan latihan-latihan kognitif ringan, bersosialisasi, olahraga, menjaga pola makan, atau mungkin melakukan terapi tertentu, mungkin masih bisa membantu. Kembali ke kasus video klip, adanya kehadiran si cewek itu udah melatih komunikasi si penderita. Serta penyimpanan di amygdala itu besar kemungkinannya untuk tersimpan dalam waktu yang lama, itulah mengapa ingatan yang diliputi perasaan tidak mungkin semudah itu dilupakan. Melupakan sakit hati contohnya. Tidak bisa dilupakan, bisanya diikhlaskan.

Salah satu cara mengatasi penderita Alzheimer adalah perlunya mendapat dukungan dan cinta dari orang-orang di sekitarnya. Nyatanya cinta punya kekuatan besar yang sampai kapanpun tidak pernah bisa dijangkau dengan penalaran atau logika.

Anw, saya suka lirik dari video klip diatas. Cocok ketika kita harus melupakan memori tentang perasaan yang sebelumnya pernah ada.
Somebody just passes by for you to love, not to belong
I remind myself that this is all I can do
Somebody just passes by for you to memorize
A beautiful memory, even thought it's painful, is good enough for me


Tidak ada komentar:

Posting Komentar